• Home
  • About
  • Blog
    • Cerita Perjalanan
    • Meliar
    • Meramu
  • Event
  • Others
facebook twitter instagram youtube Email

Koalisi Liar

Diberdayakan oleh Blogger.


Berkreasi dengan tanaman pangan liar tak hanya berhenti pada resep-resep masakan saja, melainkan juga resep minuman. Salah satunya adalah cold press juice. 

Apa itu cold press juice? Cold press juice adalah metode mendapatkan sari buah atau sayuran dengan perasan bertekanan tinggi. Perasan bertekanan tinggi ini nggak akan menimbulkan panas pada prosesnya sehingga meminimalisir hilangnya nutrisi sayur dan buah yang diolah. 

Kali ini Koalisi Liar bereksperimen dengan cold press juice dan tanaman pangan liar. Unik banget dan rasanya enak menyegarkan.

Bahan:
  • Nanas
  • Timun
  • Daun kastuba (daun racun)
  • Krokot
  • Junggul
  • Bunga begonia
Cara Membuat:
  • Masukkan semua bahan ke dalam cold press juice hingga tersaring semua sarinya
  • Siap disajikan. 
Cold press juice daun liar ini rasanya menyegarkan dan manis walaupun tanpa tambahan gula. Sajikan dalam kondisi dingin untuk menambah kenikmatannya. 

Oh iya, meskipun cold press juice ini nikmat, hati-hati mengonsumsinya bagi kamu yang punya tekanan darah rendah ya, karena ada timun yang dapat menekan tekanan darah rendah. Selain itu, konsumsi secukupnya saja, tidak perlu berlebihan.

Selamat mencoba!


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Salad merupakan olahan makanan berbahan dasar sayur atau buah yang siap disantap dengan aneka saus. Menurut The Dictionary of American Food and Drink, salad adalah makanan yang berupa sayur-sayuran hijau yang disiram dengan saus.


Salad berasal dari kata 'salata' yang berarti 'digarami'. Memang, garam adalah unsur masakan yang penting untuk memperkuat rasa.

Ada banyak macam salad yang biasa disajikan. Salah satunya adalah caesar salad. Caesar salad mencampurkan aneka sayuran dengan saus mustard, dan disajikan dengan roti atau croutons.

Jangan hanya terpaku dengan sayur-sayuran yang ada di pasar atau supermarket saja. Aneka tanaman pangan liar juga tak kalah nikmatnya diolah menjadi caesar salad lho. Seperti kreasi kami, Koalisi Liar, berikut ini. Caesar Salad Sandwich Krokot.

Bahan: (takaran sesuai selera)
  • Roti gandum
  • Tomat
  • Mentimun
  • Apel
  • Saus mustard
  • Krokot
  • Daun sirihan sebagai hiasan
Cara Membuat:
  • Cuci bersih tomat, mentimun, apel, krokot dan daun sirihan. 
  • Potong-potong tomat, mentimun dan apel. Campurkan di wadah dengan krokot.
  • Siramkan saus mustard. Boleh ditambahkan sedikit lada hitam jika suka.
  • Panggang roti sampai kecoklatan. 
  • Letakkan salad sayuran di atas roti. Tumpuk dengan satu lagi roti di atasnya. Beri daun sirihan sebagai hiasan (bisa dimakan juga).
  • Siap disajikan
Rasanya segar. Tak kalah nikmat dengan caesar salad sandwich dengan sayuran yang biasa dijual di pasaran. Bisa menjadi alternatif makanan kaya gizi buat kamu yang sedang menjalani program diet nih. Selamat mencoba ya!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Jika bicara soal peyek, makanan ini tentu saja sangat familiar bagi masyarakat Indonesia. Peyek merupakan sejenis keripik yang cocok dimakan bersama berbagai panganan, seperti pecel, atau pun dijadikan camilan. 

Variasi peyek yang umum ditemui adalah peyek dengan rebon atau udang, kacang tanah, atau pun kacang hijau. Nah, kali ini Koalisi Liar punya olahan menarik berbahan dasar adonan peyek yang dikawinkan dengan berbagai daun tanaman pangan liar yang mudah ditemui di sekitar. 

Bahan:
  • 250 gram tepung beras
  • 50 gram tepung terigu
  • Daun jelatang, daun bayam duri, daun junggul, daun mint atau dedaunan apapun yang bisa dimakan
  • Air secukupnya
  • Minyak goreng
Bumbu:
  • 4 siung bawang putih
  • 1 cm kunyit
  • 2 butir kemiri
  • 1/2 sdt ketumbar
  • Garam secukupnya
Cara Membuat:
  • Cuci bersih daun-daun yang akan dimasak, keringkan
  • Haluskan bawang putih, kunyit, kemiri, ketumbar, dan garam
  • Buat adonan tepung beras dan tepung kanji dengan air secukupnya sampai mencapai kekentalan yang pas. Campurkan bumbu halus, kemudian tambahkan air. Tips: adonan jangan terlalu kental atau pun cair agar bisa renyah.
  • Panaskan minyak. Setelah panas, kecilkan api. Celupkan daun-daunan satu per satu ke adonan, lalu goreng sampai kuning keemasan. Tiriskan.
  • Siap disajikan.
Rasanya enak dan bisa dijadikan camilan sehari-hari yang bernutrisi. Selamat mencoba!

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Bothok merupakan olahan makanan yang populer di daerah Jawa. Terbuat dari ampas kelapa atau bungkil, isian bothok pun bisa divariasikan untuk menambah kesedapan rasanya. Umumnya, isian bothok adalah tempe, tahu, dan ikan teri sebagai proteinnya. Tetapi, bothok juga bisa dikreasikan dengan berbagai tanaman pangan liar. Misalnya sambiloto, sembukan, atau pun krokot.

Karena krokot sangat mudah ditemukan di sekitar kita, yuk kita masak menjadi bothok yang lezat dengan tambahan ikan teri dan lamtoro. Catat resepnya ya!

Bahan: (takaran bahan bisa diperkirakan sesuai selera)

  • Kelapa, pilih yang muda
  • Krokot
  • Ikan teri
  • Lamtoro atau petai cina
  • Cabe rawit
  • Boleh ditambahkan kemangi apabila suka
Bumbu: (takaran bumbu bisa diperkirakan sesuai selera)
  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Kencur
  • Garam
  • Sedikit gula
Pembungkus:
  • Daun pisang
  • Tusuk gigi
Cara Membuat:
  • Bersihkan krokot di air mengalir, sisihkan
  • Pilih kelapa yang muda, lalu parut
  • Haluskan semua bumbu (lebih enak jika diuleg)
  • Rajang cabai rawit atau boleh dimasukkan utuh saja
  • Campurkan parutan kelapa, krokot, ikan teri dan lamtoro ke dalam wadah. Kemudian tuangkan bumbu yang sudah dihaluskan. Aduk sampai semua tercampur rata.
  • Ambil daun pisang. Bungkus campuran parutan kelapa secukupnya. Boleh diberi cabai utuh di dalamnya. Kemudian kunci bungkusannya dengan tusuk gigi.
  • Kukus di dandang selama 20 menit.
  • Siap disajikan
Bothok krokot ini punya rasa asin gurih. Campuran krokot di dalamnya memunculkan sedikit rasa asam yang menambah kesedapan rasanya. Enak dimakan bersama nasi putih dan kerupuk kampung.

Selamat mencoba. Tetap meliar dan meramu!


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Cold press juice
Photo by: Arief Sinchan



Matahari pagi sudah meninggi. Hari Sabtu pagi itu (6/6) kami bersemangat sekali. Ini adalah momentum yang kami, tim Koalisi Liar, nantikan. Hari di mana kami menapaki milestone pertama kami bergerak untuk memulai pilot project Koalisi Liar. 

Perjalanan dimulai dari bilangan Sawojajar, Malang menuju ke dusun Slamet, Tumpang, Kabupaten Malang. Tak memakan waktu lama, sekitar 20 menit saja berkendara dengan mobil, kami sampai di sebuah tempat bernama Carik Cenik. Carik Cenik adalah kebun sekaligus tempat makan dan ngopi yang terbuka untuk umum. Sungguh asri. Sepanjang mata memandang, penglihatan kami dimanjakan dengan berbagai tanaman dan bunga-bunga yang masih segar, baru saja disirami. 

Sesampainya di sana, kami disambut oleh Mas Yoyok, pemilik Carik Cenik. Tanpa banyak berbasa-basi, Mas Yoyok langsung mengajak kami meluncur menuju ke lahan persawahan yang letaknya tak jauh dari Carik Cenik. Rencananya, pagi itu kami akan meramban, mencari tanaman pangan liar untuk dimasak nantinya. Istilah kami adalah meliar. 

Meski letaknya sangat dekat dengan Kota Malang, di Tumpang sendiri masih banyak terdapat sawah-sawah dan lahan pertanian yang menghampar luas. Kami langsung turun dan menemukan lahan yang ditumbuhi ubi merambat dengan sangat subur. 

Krokot
Image by Winda Carmelita


"Di sini banyak krokotnya," kata Mas Yoyok. Krokot atau common purslane adalah sejenis tanaman liar yang tumbuh subur begitu saja. Benar saja, krokot yang dimaksud Mas Yoyok memang sangat banyak, menyeruak di antara tanaman ubi. "Di daerah sini krokot dibiarkan begitu saja. Paling cuma buat makanan ternak."

Kami pun mulai mencari krokot-krokot yang bagus dan mengumpulkannya. Saat meliar dan mencari krokot, ternyata kami menemukan banyak tanaman pangan liar lain yang teridentifikasi di lahan tersebut. Ada kelor atau Moringa, bayam duri atau Amaranth, tumbaran atau yang juga dikenal dengan nama mundring, pegagan air, hingga pakis yang tumbuh di dekat sungai kecil. Semua ini tanaman-tanaman pangan liar yang sangat bisa diolah menjadi makanan sehari-hari, tetapi sekarang sangat jarang dimanfaatkan oleh masyarakat.

Setelah mendapatkan beberapa tanaman pangan liar secukupnya, kami kembali ke Carik Cenik. Menjauh dari lahan pertanian, ternyata di sekitar Carik Cenik sendiri tumbuh beberapa tanaman pangan liar yang dapat dikonsumsi. Seperti semanggi darat, bunga begonia, junggul, besaran atau murbei, sampai daun kastuba yang biasanya dikenal sebagai dekorasi saat hari Natal.

Murbei liar
Image taken by Winda Carmelita

Semua bahan-bahan yang kami kumpulkan di hari Sabtu, akan diolah di hari Minggu (7/6). Beberapa resep masakan berbahan dasar tanaman pangan liar akan kami uji coba di Carik Cenik. Ada empat resep yang kami olah, yaitu salad krokot, bothok krokot, peyek aneka daun, teh jelatang, dan cold press juice.

Meramu
Image taken by Winda Carmelita


Bereksperimen dengan berbagai tanaman pangan liar sungguh menyenangkan. Diawali dengan mencicipi rasa dan teksturnya ketika masih mentah. Ketika sudah diolah dan bercampur dengan bumbu-bumbu lainnya, rasanya cukup mengejutkan. Bahkan beberapa di antara kami yang belum pernah mencicipi tanaman pangan liar mentah pun, ternyata menyukainya. 

Bereksperimen
Image taken by Winda Carmelita

Tiap orang membawa preferensi yang unik pada indra pengecapnya, sehingga satu bahan makanan bisa terasa berbeda-beda di lidah tiap orang. Seperti contohnya bunga begonia. Ada yang merasakan kecut asam citrusy, ada juga yang merasakannya manis asamnya menyerupai buah pir. Menarik!

Kegiatan pertama kami ini memberikan experience yang berbeda. Dengan meliar, kami seolah ditantang untuk mengolah apa yang tersedia di hadapan kami sekreatif mungkin. Memang, kami bisa merencanakan apa yang akan dimasak. Tetapi ketika sudah berada di lapangan, ide-ide liar itu muncul. Mencampurkan murbei atau besaran dengan daun jelatang untuk dibuat teh, menggoreng daun mint menjadi peyek ... Semuanya itu secara spontan kami lakukan. Sungguh menyenangkan!

Jadi tak sabar untuk kembali meliar dan meramu lagi! 
----
Terimakasih untuk Carik Cenik yang telah memberikan ruang meramu untuk kami. Tetap meliar!

Oleh: Winda Carmelita
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

About me

Koalisi liar adalah platform media yang mendorong dan menumbuhkan kecintaan terhadap pemanfaatan tanaman pangan liar sebagai potensi sumber pangan bergizi dan kreasi.
For partnership and business inquiries: koalisiliar@gmail.com

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube

Youtube

Categories

bayam duri begonia cerita perjalanan daun jelatang daun sirihan junggul kastuba krokot mint resep masakan resep minuman

recent posts

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates